Berita

Warga Surade Klarifikasi Terkait Foto Dirinya Terpangpang di Akun Atep Romli

214
×

Warga Surade Klarifikasi Terkait Foto Dirinya Terpangpang di Akun Atep Romli

Sebarkan artikel ini
Warga Surade Klarifikasi Terkait Foto Dirinya Terpangpang di Akun Atep Romli
Warga Surade Klarifikasi Terkait Foto Dirinya Terpanggang di Akun Atep Romli

PENASUKABUMI – Warga Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Anwar Satibi, memberikan klarifikasi terkait foto dirinya yang diunggah di akun media sosial Atep Romli.

Foto tersebut memicu kesalahpahaman publik setelah Atep Romli memposting komentar yang dianggap menghina profesi guru.

Anwar Satibi biasa dikenal Awang menjelaskan bahwa foto tersebut diambil tanpa seizin dirinya dan diposting bersama komentar negatif yang ditujukan kepada para guru.

“Postingan Atep Romli itu mengandung bahasa yang tidak menyenangkan bagi para guru. Yang membuat saya sangat keberatan adalah foto saya bersama Asep Japar juga ikut diposting. Ini membuat asumsi publik seolah-olah saya bagian dari tim Atep Romli yang murka terhadap guru. Padahal, saya sangat menghormati profesi guru dan merasa sangat dirugikan oleh postingan ini,” jelas Awang.

Awang menyatakan bahwa foto profil akun Atep Romli bukanlah dirinya, namun Atep Romli telah mengunggah foto Awang dalam salah satu postingannya.

“Saya punya bukti berupa screenshot yang menunjukkan foto saya diposting oleh Atep Romli,” tambahnya.

Awang mengaku telah menerima banyak telepon dan komentar negatif setelah foto tersebut diunggah.

“Banyak yang nelpon dan komen tidak enak setelah postingan itu, termasuk dari BPKB Banten dan ketua umum organisasi saya. Mereka semua meminta klarifikasi karena nama saya jadi terseret dalam masalah ini,” ungkap Awang.

Merasa dirugikan secara mental dan reputasi, Awang merasa perlu untuk membuat klarifikasi dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Atep Romli.

“Saya sangat tidak setuju dan sangat murka. Bagaimanapun juga, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Saya bisa membaca dan menulis berkat guru. Jadi, ketika Atep membuat postingan seperti itu, jelas saya tidak terima,” tegasnya.

Meskipun Awang mengenal Atep Romli sebagai sesama warga Surade dan bahkan memiliki hubungan kekerabatan, ia tetap menolak tindakan yang merugikan dirinya secara mental dan merusak reputasinya.

“Saya kenal Atep Romli, dia masih ada kaitan saudara dengan saya. Tapi, jika tindakan seperti ini merugikan saya, saya siap mengambil tindakan lebih lanjut,” tutup Awang.

Sebelumnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi melaporkan akun Facebook bernama Atep Romli ke atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap profesi guru. Postingan tersebut memicu kemarahan para guru.Sekretaris PGRI Kabupaten Sukabumi, Asep Nurahman, menyatakan bahwa meskipun postingan telah dihapus, pihak PGRI telah menyimpan bukti berupa tangkapan layar (screenshot).