Sukabumi

Tradisi Ngala Impun Jadi Daya Tarik Warga Pesisir Palabuhanratu Sukabumi

877
×

Tradisi Ngala Impun Jadi Daya Tarik Warga Pesisir Palabuhanratu Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Tradisi Ngala Impun Jadi Daya Tarik Warga Pesisir Palabuhanratu Sukabumi
Masyarakat Berbondong-bondong Menjaring Impun Menggunakan Sirip [foto:Penasukabumi/IlhamNugraha]

PENASUKABUMI.COM – Pemandangan berbeda terlihat di Pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga sekitar berbondong bondong mendekati bibir pantai.

Ternyata masyarakat tersebut sedang memanen jutaan ikan kecil yaitu Impun yang melakukan migrasi dari laut menuju sungai. Tradisi Salawena atau Ngala Impun masyarakat pesisir pantai hanya bisa di lihat di bulan bulan tertentu.

“Ini rutinitas orang sini asli. Tapi udah lama, udah sekitar 7 atau 8 bulanan baru ada lagi. Gak tentu klo musimnya yang penting bulannya itu bulan Jawa atau bulan islam Hijriah dari tanggal 23 sampai 26,” Kata Feri (34) warga Citepus, Kamis (18/5/2023).

Tradisi Ngala Impun ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang, tetapi tidak diketahui kapan tradisi ini dimulai. Yang jelas setiap akhir bulan kalender hijriah setiap muara sungai pasti di penuhi warga untuk menjaring ikan kecil ini.

Tradisi Ngala Impun Jadi Daya Tarik Warga Pesisir Palabuhanratu Sukabumi
Tradisi ngala Impun di Pantai Palabuhanratu [foto:Penasukabumi/IN]

Tidak hanya itu, ikan ini termasuk favorit warga di pesisir pantai, selain rasanya yang gurih ikan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga banyak warga yang menjaringnya untuk sekedar di makan ataupun dijual.

“Paling sedikit klo memang posisi keadaan ikan banyak itu sekitar 2 kilo atau 3 kilo, cuma klo gak ada (ikan) paling banyak juga sebanyak mangkok baso. Biasanya klo hasilnya sebagian dijual, hitungannya per gelas itu 15 sampai 20 ribu,” terangnya.

Hal senada di katakan Neng Tuti Alawiyah salah satu Warga Cikakak. Ia mengaku dalam sehari mendapat ikan impun cukup bervariatif. Dari mulai 1 kilogram hingga 3 kilogram tergantung situasi. Tetapi tahun tahun sebelumnya ada juga yang dapat 1 karung.

“Sekarang ini ngambil impun lumayan banyak. Penghasilan ada yang dapet 1 kilo ada yang dapat 3 kilo, bervariasi sih. Nangkapinnya dari subuh sampai sore baru pada pulang, atau dzuhur pulang kemudian balik lagi ke pantai. Bahkan dulu mah bisa sampai dapat sekarung tapi sekrang mah seember, ada yang dapat setolok,” ucap Tuti.