Wisata

Menyingkap Potensi Waluran: Dari Lintasan Wisata Menuju Ekonomi Berbasis Pertanian

23
×

Menyingkap Potensi Waluran: Dari Lintasan Wisata Menuju Ekonomi Berbasis Pertanian

Sebarkan artikel ini
Menyingkap Potensi Waluran: Dari Lintasan Wisata Menuju Ekonomi Berbasis Pertanian

PENASUKABUMI.COM – Kecamatan Waluran selama ini kerap dipandang hanya sebagai jalur alternatif menuju kawasan wisata selatan Kabupaten Sukabumi, seperti Pantai Minajaya, Palangpang, hingga Ujung Genteng. Padahal, di balik posisinya yang strategis, Waluran menyimpan potensi ekonomi yang mulai tumbuh dari sektor pertanian dan UMKM.

Sebagai salah satu dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Waluran juga masuk dalam kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp). Meskipun tidak memiliki destinasi wisata alam unggulan seperti wilayah pesisir, Waluran justru mengembangkan konsep berbeda: wisata edukasi berbasis pertanian, kuliner lokal, serta peternakan.

Salah satu komoditas yang kini menjadi ikon adalah hanjeli (dikenal juga sebagai jali-jali). Tanaman ini bukan sekadar tanaman biasa. Dengan batang tegak yang mencapai tinggi hingga tiga meter serta akar yang kuat, hanjeli telah lama dibudidayakan masyarakat dan kini naik kelas sebagai komoditas bernilai ekonomi.

“Di Waluran, tanaman hanjeli sudah menjadi primadona. Bahkan, banyak dijadikan bahan penelitian oleh mahasiswa dan praktisi pertanian dari dalam maupun luar negeri,” ujar Camat Waluran, Habiburahman.

Hanjeli tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk turunan. Hal ini membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang sekaligus memperkuat identitas Waluran sebagai sentra produk berbasis pertanian.

Selain mengembangkan komoditas unggulan, Pemerintah Kecamatan Waluran juga tengah mendorong pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor UMKM. Dukungan terhadap produk lokal pun mulai mendapat perhatian lebih luas.

“Produk dan potensi wisata di wilayah kami bahkan pernah dikunjungi langsung oleh Pak Sandiaga Uno. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus mengembangkan potensi yang ada,” ungkap Ali, salah satu perwakilan setempat.

Ke depan, Waluran tidak ingin hanya menjadi daerah yang dilintasi wisatawan. Wilayah ini diarahkan menjadi titik singgah yang menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari wisata edukasi, kuliner khas, hingga pusat oleh-oleh berbasis hasil pertanian lokal.

“Kami berharap Waluran bisa menjadi tempat istirahat, berbelanja, dan menikmati kuliner bagi para wisatawan. Dengan begitu, ekonomi masyarakat bisa ikut terdongkrak,” tambahnya.