SukabumiWisata

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tradisi Sarat Nilai Luhur

35
×

Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tradisi Sarat Nilai Luhur

Sebarkan artikel ini
Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tradisi Sarat Nilai Luhur

PENASUKABUMI.COM – Ribuan masyarakat memadati Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447. Tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat adat atas hasil panen, sekaligus doa untuk menyambut musim tanam berikutnya.

Puncak perayaan Seren Taun diawali dengan serangkaian upacara adat yang sarat makna. Berbagai prosesi budaya digelar untuk memeriahkan acara, mulai dari tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, arak-arakan dongdang, dogdog lojor, hingga penampilan seni debus. Turut ditampilkan pula kesenian rengkong, gondang buhun, tari tani, serta pameran ragam karya incu putu (anak cucu) Kasepuhan.

Momen paling sakral dalam perayaan ini adalah prosesi Ngampih Pare ka Leuit. Dalam ritual ini, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, secara simbolis memasukkan ikatan padi hasil panen masyarakat ke dalam Leuit Si Jimat (lumbung padi utama). Prosesi tersebut berlangsung sangat khidmat, diiringi lantunan kidung Pohaci serta alunan magis suling dan kecapi yang semakin memperkuat nuansa spiritual.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang turut hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa Seren Taun jauh dari sekadar seremoni tahunan. Tradisi ini adalah wujud nyata ketakwaan dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

“Tradisi ini memuat nilai-nilai luhur seperti gotong royong, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan melalui budaya penyimpanan padi di leuit. Ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” ujar H. Asep Japar.

Menurut Bupati, nilai-nilai luhur dalam Seren Taun sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah, tanpa harus meninggalkan akar budaya lokal.

Di tengah derasnya arus globalisasi, Bupati menilai kearifan masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi dalam menjaga lingkungan dan mengelola pangan secara mandiri patut dijadikan teladan nasional. Oleh karena itu, Pemkab Sukabumi berkomitmen penuh untuk mendukung pelestarian adat dan budaya, mengembangkan potensi kawasan kasepuhan, serta meningkatkan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat.

Bupati juga secara khusus mengajak generasi muda Kasepuhan untuk mengambil peran aktif. Ia berharap warisan leluhur ini terus dijaga agar tidak tergerus oleh pesatnya perkembangan zaman.

Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, menyampaikan bahwa Seren Taun adalah medium utama masyarakat adat untuk bersyukur atas segala rezeki dari Sang Pencipta.

“Acara ini bukan hanya sekadar warisan masa lalu, tetapi juga doa bersama agar langkah ke depan kita senantiasa penuh dengan keberkahan,” tutur Abah Asep.

Abah Asep menaruh harapan besar agar tradisi yang telah diwariskan ini tetap teguh berdiri di tengah gempuran teknologi dan modernisasi. Bagi masyarakat adat, Seren Taun adalah fondasi kehidupan yang mengajarkan pentingnya keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritualitas.

“Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus, karena inilah identitas dan pegangan hidup kita sebagai masyarakat adat,” pungkasnya.