Lanjutnya, bahwa sewaktu melakukan autopsi, dirinya mengaku tidak menemukan luka terbuka maupun luka tertutup pada jasad korban. Namun meski demikian, ada kemungkinan pada jasad korban terdapat luka kekerasan yang tersamarkan oleh pembusukan. Seperti pada bagian kulit dan kuku korban sudah berubah warnanya menjadi kehijauan.
“Kalau luka bekas kekerasan, dari sepengetahuan saya tadi itu nggak terlihat, akan tetapi itu juga bisa tersamarkan oleh terjadinya pembusukan, karena kulitnya sudah mulai warna kehijauan, tentunya kalau misalnya ada memar bisa jadi tersamarkan dengan adanya pembusukan tadi,” Jelasnya.
Menurutnya, untuk detailnya masih harus diselidiki oleh pihak penyidik. Kemungkinan penyebab kematian bisa karena kekurangan oksigen akibat penyakit pada organ utama penunjang kehidupan seperti paru-paru atau jantung.
“Karena dari permukaan kulit tidak kelihatan adanya luka-luka pada jasad korban. Maka, tim forensik langsung mengambil sampel organ utama penunjang kehidupan. Diantaranya, paru, jantung dan otak yang akan dikirim ke laboratorium untuk dilihat apakah memang ada kelainan soal kematian korban atau sebaliknya,” ungkapnya.








