PENASUKABUMI.COM – Kelurahan Palabuhanratu kini memiliki landmark kebanggaan baru. Sebuah tugu berbentuk ikan layur telah berdiri kokoh di kawasan kantor kelurahan, berfungsi sebagai penanda batas wilayah sekaligus ikon yang merepresentasikan jati diri masyarakat pesisir.
Tugu tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wujud nyata dari cinta dan identitas warga. Dibuat oleh tangan putra daerah, tugu ini mengabadikan ikan layur komoditas khas yang telah puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan nelayan setempat.

Lurah Palabuhanratu, Yadi Supriadi, menegaskan bahwa gagasan pembangunan tugu berangkat dari keseharian masyarakat. “Ikan layur adalah simbol ketekunan dan sumber kehidupan warga kami. Ini adalah ikan yang paling sering ditangkap, baik oleh nelayan maupun pemancing biasa,” jelas Yadi, Jumat (6/2).
Lebih dari sekadar simbol, tugu ini merupakan bagian dari upaya meninggalkan warisan bermakna. “Saya ingin ada kenangan sederhana namun penuh makna dari periode kepemimpinan ini, sesuatu yang dapat dikenang masyarakat,” tambah Yadi, yang merupakan putra asli Palabuhanratu.
Pembangunan tugu yang telah mencapai 95% tersebut disambut positif oleh warga. Meski terdapat beragam pandangan, mayoritas masyarakat menilai tugu ini sangat merepresentasikan identitas kelurahan sebagai wilayah pesisir dengan potensi ikan layur yang melimpah.
“Sebagian besar tanggapan positif karena ikan layur memang identitas asli Palabuhanratu,” ujar Yadi.
Ke depan, tugu ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon visual, tetapi juga memicu semangat pembangunan dan penataan wilayah. “Kantor adalah rumah kedua. Dengan lingkungan yang tertata dan penuh makna, semangat membangun wilayah diharapkan semakin tumbuh,” pungkas Yadi.
Tugu Ikan Layur kini siap menjadi kebanggaan bersama, mengingatkan setiap warga akan potensi laut dan budaya bahari yang menjadi napas kehidupan Palabuhanratu.








