Berita

Jejak Kolonial di Tangga Seribu, Destinasi Wisata Ngabuburit Warga Sukabumi

112
×

Jejak Kolonial di Tangga Seribu, Destinasi Wisata Ngabuburit Warga Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Jejak Kolonial di Tangga Seribu, Destinasi Wisata Ngabuburit Warga Sukabumi

PENASUKABUMI.COM – Tangga Seribu di Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, menjadi primadona warga untuk mengisi waktu ngabuburit di bulan Ramadan 1447 H. Objek wisata sejarah yang disebut-sebut telah ada sejak masa kolonial Belanda ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1935.

Kepala Desa Pondokaso Landeuh, Ujang Sopandi, mengungkapkan bahwa bangunan bersejarah ini telah beberapa kali dipugar agar lebih tertata dan nyaman dikunjungi. “Sekarang kondisinya lebih baik dibanding dulu. Memang masih terkendala sarana dan prasarana, tapi kami terus berupaya menata agar bisa menarik minat masyarakat,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ujang menambahkan, pihaknya sangat berharap ada dukungan dari dinas terkait, khususnya Dinas Pariwisata, untuk mengembangkan kawasan tersebut. “Kalau ada fasilitas tambahan seperti kolam renang atau gazebo, tentu akan jadi daya tarik tersendiri. Kami ingin Tangga Seribu ini bisa dinikmati bukan hanya oleh warga sekitar, tapi juga pengunjung dari luar daerah,” katanya.

Menurutnya, Tangga Seribu merupakan peninggalan bersejarah yang layak dijadikan destinasi unggulan berbasis budaya. Selain tangga tersebut, di desa itu juga masih terdapat sejumlah peninggalan kolonial Belanda lainnya yang potensial untuk dikembangkan.

“Harapannya, ke depan ada penataan spot-spot wisata agar masyarakat bisa lebih nyaman dan betah saat berkunjung,” tambahnya.

Saat ini, pengembangan kawasan wisata tersebut masih mengandalkan dana desa yang terbatas. Ujang berharap ada peluang bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk merealisasikan perbaikan fasilitas. Dengan demikian, Tangga Seribu tidak hanya dikenal sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai destinasi favorit untuk ngabuburit di bulan Ramadan.