Sukabumi

Sinergi Multisektor: Kecamatan Ciambar Galang Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

325
×

Sinergi Multisektor: Kecamatan Ciambar Galang Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini
Sinergi Multisektor: Kecamatan Ciambar Galang Kolaborasi Turunkan Angka Stunting

PENASUKABUMI.COM – Pemerintah Desa Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, melaksanakan kegiatan Rempug Stunting. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, Selasa (24/6/2025).

Sekretaris Kecamatan Ciambar, Firman Alamsyah menjelaskan bahwa kegiatan ini menghasilkan berita acara yang akan memuat aspirasi masyarakat terkait penanganan stunting. Usulan-usulan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program desa, khususnya untuk dimasukkan dalam RKP Desa tahun mendatang.

“Data real saat ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak stunting di Desa Ciambar. Bulan lalu tercatat 89 anak, sekarang sudah mencapai 104. Ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai pihak turut hadir dan mendukung kegiatan ini, mulai dari Kecamatan, Puskesmas, BPD, KUA, Dinas Pertanian, kader posyandu, hingga tokoh masyarakat. Mereka bersama-sama berdiskusi dan menyusun langkah konkret untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus.

“Harapan kami, semua pihak bisa bersinergi, baik dari pemerintah pusat hingga desa. Penanganan stunting tidak bisa sendiri, perlu gotong royong,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Ciambar, Suparkah, menambahkan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dinas terkait.

Suparkah mengatakan, kegiatan ini jadi momentum penting untuk membahas persoalan stunting dari akar rumput. “Kita bersama-sama mencari solusi agar anak-anak di desa kami bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Suparkah.

“Insya Allah, melalui rempug stunting ini, dengan dukungan stakeholder seperti MUI, BPD, Kecamatan, Puskesmas, dan warga, kita bisa menurunkan angka stunting ini bersama-sama,” ujarnya.

Suparkah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dan berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak ketiga yang memiliki kepedulian.

Lanjut Kades, bahwa pemerintah desa telah mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik untuk ibu hamil maupun bayi dan balita, sebagai bagian dari upaya preventif.

Menurutnya, edukasi gizi, pola asuh anak, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin harus terus digencarkan. Ia juga mengajak masyarakat aktif dalam program-program desa yang mendukung pencegahan stunting.