Sukabumi

Ketua DPRD Sukabumi Serukan Penguatan Edukasi dan Ruang Aman bagi ODHA pada Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025

150
×

Ketua DPRD Sukabumi Serukan Penguatan Edukasi dan Ruang Aman bagi ODHA pada Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Sukabumi Serukan Penguatan Edukasi dan Ruang Aman bagi ODHA pada Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025
Ketua DPRD Sukabumi Serukan Penguatan Edukasi dan Ruang Aman bagi ODHA pada Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025

PENASUKABUMI.COM – Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kabupaten Sukabumi berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang secara langsung memberikan apresiasi terhadap para penggiat HIV/AIDS di daerah tersebut.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menghormati kontribusi berbagai pihak yang selama ini berada di garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Mereka datang dari berbagai unsur—akademisi, komunitas, dunia usaha, lembaga pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga media—yang dianggap konsisten memperluas edukasi publik dan mengurangi stigma terhadap penyintas HIV/AIDS.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sukabumi Asep Japar menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga penguatan moral bagi para penyintas agar tetap semangat menjalani pengobatan dan kehidupan sosial.

Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Menurutnya, edukasi harus menjadi gerakan yang terus menerus dilakukan agar masyarakat semakin memahami cara penularan, pencegahan, serta pentingnya tidak mendiskriminasi ODHA.

“Edukasi harus berjalan setiap hari agar tidak muncul kasus baru,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya menciptakan ruang aman bagi para penyintas HIV/AIDS. Dengan ruang yang inklusif dan bebas stigma, ODHA dapat menjalani pengobatan secara optimal tanpa rasa takut untuk mengakses layanan kesehatan maupun beraktivitas di tengah masyarakat.

Budi Azhar berharap momentum ini mampu membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga saja, melainkan harus melibatkan semua unsur.

“Kita semua memiliki peran. Dengan bergerak bersama, penularan bisa ditekan dan para penyintas mendapatkan haknya tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kabupaten Sukabumi pun menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS masih panjang. Dengan kolaborasi yang kuat dan edukasi yang konsisten, harapan menuju masyarakat yang lebih peduli, inklusif, dan bebas stigma semakin dekat untuk diwujudkan.