Sukabumi

BNPB Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi

60
×

BNPB Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi

Sebarkan artikel ini
BNPB Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi
Potret Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri

PENASUKABUMI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Kamis, 7 Desember 2023. Tak hanya peninjauan saja, kegiatan itu dibarengi dengan penyerahan berbagai bantuan kepada korban terdampak bencana.

Berdasarkan data yang dihimpun, bencana pergerakan tanah terjadi di Kampung Tegalkaso RT 05/03 Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jumat, (1/12) lalu. Setidaknya, terdapat lima rumah yang terdampak. Baik itu rusak ringan, sedang, maupun berat. Pergerakan tanah sendiri, infonya sudah terlihat sejak pertengahan November lalu.

BNPB Tinjau Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, kedatangannya ke Sukabumi untuk melihat langsung dampak dari pergerakan tanah. Hasil peninjauan, lahannya memang sangat kritis.

“Kami datang diperintahkan Bapak Presiden Joko Widodo. Seperti kita ketahui bersama, beberapa waktu lalu terjadi bencana di sini. Kami dari pusat ingin datang secara langsung,” ujarnya.

Berkaitan bencana pergerakan tanah ini, dirinya hadir membawa berbagai bantuan. Apalagi, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat.

“Pada saat tanggap darurat ini, pusat harus hadir memberikan bantuan. Paling tidak, masyarakat yang terdampak secara langsung bisa secepatnya teratasi. Kami pun akan rapat koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah berikutnya,” ucapnya.

Apalagi, di penghujung 2023 hingga awal 2024 curah hujan akan sangat lebat. Khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Berdasarkan perkiraan BMKG curah hujan akan sangat lebat. Tentu saja kita memerlukan atau meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Sehingga, pergerakan tanah yang terjadi beberapa hari lalu tidak terulang lagi,” ungkapnya.