Sukabumi

Petani Singkong Sukabumi Desak HET, DPRD Janji Perjuangkan Harga Layak

211
×

Petani Singkong Sukabumi Desak HET, DPRD Janji Perjuangkan Harga Layak

Sebarkan artikel ini
Petani Singkong Sukabumi Desak HET, DPRD Janji Perjuangkan Harga Layak
Petani Singkong Sukabumi Desak HET, DPRD Janji Perjuangkan Harga Layak

PENASUKABUMI.COM – Keluhan petani singkong di Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan utama dalam agenda reses Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Junajah Jajah Nurdiansyah.

Pasalnya, harga singkong di tingkat petani saat ini hanya berkisar Rp300 hingga Rp400 per kilogram, jauh dari harapan dan belum mampu menyejahterakan.

Kepala Desa Limusnunggal, Rusman, menyampaikan harapan besar agar aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti oleh DPRD.

“Mudah-mudahan Pak Dewan dalam reses ini bisa menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat, khususnya bagi Desa Limusnunggal,” ungkapnya, Kamis (18/9/2025).

Selain masalah harga singkong, masyarakat juga mengeluhkan sejumlah persoalan lain, mulai dari kesulitan akses layanan kesehatan bagi warga yang tidak memiliki KIS, jalan lingkungan yang rusak, hingga keterbatasan air bersih di tiga RT yang selama ini masih mengandalkan sumber air dari girik sawah dengan jarak 1–2 kilometer.

Anggota DPRD Sukabumi dari Komisi III, Jajah Nurdiansyah, menegaskan siap menampung dan memperjuangkan aspirasi petani, termasuk usulan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong agar tidak lagi tertekan harga pasar.

“Kalau kualitas singkong bagus, saya pribadi membutuhkan hingga 2 ton per hari. Persoalannya ada pada rantai distribusi dan pengepul. Hal ini akan kita perjuangkan bersama supaya petani bisa lebih sejahtera,” tegas Jajah.

Dalam kesempatan tersebut, Jajah juga menyinggung infrastruktur dan persoalan listrik yang membahayakan warga karena instalasi kabel belum terbungkus dengan aman.

“Komisi saya akan buatkan surat agar bisa segera ditindaklanjuti. Ini bukan soal intervensi, tapi komunikasi yang membangun supaya tidak membahayakan,” jelasnya.

Disamping itu, pembangunan infrastruktur di wilayah Pasirsuren–Cikidang akan masuk program 2026 lintas nasional. Dengan adanya perhatian di berbagai sektor, Jajah berharap aspirasi masyarakat Limusnunggal dapat segera terealisasi.

“Harapan kita semua, keluhan masyarakat bisa dicarikan solusi nyata, baik soal harga singkong, air bersih, maupun akses layanan kesehatan. DPRD hadir untuk menampung dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tandasnya.