PENASUKABUMI.COM – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat desa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program kerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar. Pesan ini ia sampaikan saat memimpin apel pagi di halaman Kantor DPMD Jabar, Kota Bandung.
Menurut Erwan, kinerja pegawai DPMD tidak hanya menyentuh perangkat desa, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Karena itu, kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi warga desa sangat dibutuhkan.
“Kinerja pegawai DPMD Jabar sejatinya harus berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Kita tidak hanya bersentuhan dengan perangkat desa, tetapi juga langsung dengan masyarakat,” ujar Erwan.
Erwan menyebutkan, Jawa Barat memiliki 5.311 desa, jumlah yang lebih sedikit dibandingkan Jawa Timur maupun Jawa Tengah, meski jumlah penduduknya terbesar di Indonesia. Kondisi ini membuat pembangunan desa di Jabar harus lebih digenjot agar tidak tertinggal.
“Jawa Timur dan Jawa Tengah relatif lebih merata dalam pembangunan desa. Namun, insyaallah ke depan Jawa Barat bisa berkembang lebih baik sehingga pembangunan semakin merata,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya mendorong kemandirian desa, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Target kita, tidak ada lagi desa tertinggal. Potensi desa di Jawa Barat sangat besar untuk dikembangkan,” tegasnya.
Selain fokus pada pembangunan, Wagub Erwan juga mengingatkan pegawai DPMD Jabar agar selalu mengedepankan etika pelayanan. Ia menekankan prinsip budaya Sunda: handap asor (rendah hati), nya’ah ka sahandapeun (menyayangi yang di bawah), dan hormat ka saluhureun (menghormati yang di atas).
“Jangan ada sifat sombong saat melayani masyarakat,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Erwan juga mengajak DPMD Jabar untuk ikut mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga adab dan budi pekerti di tengah derasnya arus globalisasi.
“Sosialisasikan pentingnya menjaga adab sejak dari desa hingga kota. Pendidikan moral dan agama harus terus dipegang teguh. Arus globalisasi yang deras bisa menjadi ancaman jika tidak kita imbangi dengan penguatan karakter dan akhlak,” pungkasnya.




