Berita

PSU Bekasi Perkuat Kompetensi Puluhan Guru PAUD Gunungguruh lewat Workshop STEAM Berbasis Inkuiri

39
×

PSU Bekasi Perkuat Kompetensi Puluhan Guru PAUD Gunungguruh lewat Workshop STEAM Berbasis Inkuiri

Sebarkan artikel ini
PSU Bekasi Perkuat Kompetensi Puluhan Guru PAUD Gunungguruh lewat Workshop STEAM Berbasis Inkuiri
Workshop Implementasi Pembelajaran STEAM dengan Pendekatan Inkuiri dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD (foto:Penasukabumi/Ist)

PENASUKABUMI.COM — Ditengah kebutuhan guru PAUD akan pembelajaran yang lebih hidup, lebih kreatif, dan lebih dekat dengan dunia anak, Dosen dan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Panca Sakti (PSU) Bekasi Program Studi Magister PAUD menghadirkan langkah nyata melalui kegiatan Workshop Implementasi Pembelajaran STEAM dengan Pendekatan Inkuiri dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Aula Kantor Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini diikuti puluhan guru PAUD dan menjadi ruang belajar yang terasa penting sekaligus relevan bagi para pendidik. Bukan sekadar workshop biasa, kegiatan ini membawa satu pesan yang kuat: bahwa pembelajaran anak usia dini perlu terus bergerak ke arah yang lebih aktif, lebih bermakna, dan lebih memberi ruang bagi anak untuk berpikir, bertanya, mencoba, serta menemukan pengalaman belajarnya sendiri.

Melalui Pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang dipadukan berbasis inkuiri, para guru diajak melihat bahwa pembelajaran yang baik tidak selalu harus rumit. Justru dari aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian anak, guru dapat membangun pengalaman belajar yang kaya, menyenangkan, dan menumbuhkan rasa ingin tahu.

PSU Bekasi Perkuat Kompetensi Puluhan Guru PAUD Gunungguruh lewat Workshop STEAM Berbasis Inkuiri

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dr. Nita Priyanti, M.Pd., yang menegaskan bahwa guru PAUD harus terus diperkuat agar tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun fondasi berpikir anak sejak dini.

“Pendekatan STEAM dengan inkuiri sangat relevan untuk PAUD karena anak pada dasarnya belajar melalui rasa ingin tahu. Ketika guru mampu mengelola rasa ingin tahu itu menjadi proses eksplorasi yang terarah, maka pembelajaran akan menjadi lebih hidup, lebih bermakna, dan lebih berdampak pada perkembangan anak secara menyeluruh,” ujar Nita Priyanti

Workshop ini menghadirkan enam narasumber yang memperkaya kegiatan dari sisi gagasan sekaligus praktik lapangan, yakni Dr. Efrini, M.Ed., Wyanita Setya Husnaeni, S.Si., S.Pd., Dwi Adji Dilliani, S.S., Sekar Pinilih, S.E., Dewi Murti Yuliati, S.Pd., dan Nunuk Eny Kisworo, S.Sos.I. Dengan komposisi narasumber yang beragam, peserta tidak hanya memperoleh penguatan konsep, tetapi juga gambaran yang lebih nyata tentang bagaimana STEAM berbasis inkuiri dapat diterapkan secara sederhana, realistis, dan tetap membumi di kelas PAUD.

Salah satu narasumber, Wyanita Setya Husnaeni, menekankan bahwa kekuatan pembelajaran di PAUD tidak terletak pada alat yang mewah, tetapi pada cara guru membangun pengalaman belajar yang membuat anak berani mengamati, bertanya, mencoba, dan menyimpulkan dari hal-hal kecil di sekitarnya.

“Anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Itulah modal utama pendekatan inkuiri. Jika guru mampu mengelola rasa ingin tahu anak melalui Pembelajaran STEAM, maka kelas PAUD akan menjadi ruang yang sangat kaya untuk menumbuhkan kreativitas, nalar, keberanian bertanya, dan kebiasaan berpikir sejak dini,” kata Wyanita

PSU Bekasi Perkuat Kompetensi Puluhan Guru PAUD Gunungguruh lewat Workshop STEAM Berbasis Inkuiri

Dalam pelaksanaannya, workshop ini tidak berhenti pada teori. Para peserta diajak memahami bahwa STEAM dapat dimulai dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan anak sehari-hari: benda di sekitar kelas, permainan sederhana, pengamatan lingkungan, percobaan kecil, hingga kegiatan yang memancing anak untuk membandingkan, menebak, dan menemukan. Inilah yang membuat kegiatan ini terasa penting—karena memberi jawaban atas kebutuhan guru untuk menghadirkan pembelajaran yang bisa langsung diterapkan, bukan sekadar bagus di atas kertas.

Kehadiran Bunda PAUD Kecamatan Gunungguruh, Eva Puspitasari Kusyana, menjadi penguat tersendiri dalam kegiatan ini. Ia menilai bahwa peningkatan kualitas PAUD tidak akan pernah lepas dari kualitas guru yang terus mau belajar dan terus mau berkembang.

“Guru PAUD adalah pondasi awal pendidikan anak. Ketika guru diperkuat dengan pendekatan pembelajaran yang lebih inova