Sukabumi

Tak Lagi Dijual Mentah, DPRD Sukabumi Ajak Warga Olah Singkong Jadi Usaha Kreatif

271
×

Tak Lagi Dijual Mentah, DPRD Sukabumi Ajak Warga Olah Singkong Jadi Usaha Kreatif

Sebarkan artikel ini
Tak Lagi Dijual Mentah, DPRD Sukabumi Ajak Warga Olah Singkong Jadi Usaha Kreatif
Tak Lagi Dijual Mentah, DPRD Sukabumi Ajak Warga Olah Singkong Jadi Usaha Kreatif

PENASUKABUMI.COM – Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi salah satu wilayah penghasil singkong. Namun, selama ini komoditas tersebut lebih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah.

Melihat potensi itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, mendorong masyarakat agar mulai mengembangkan produk olahan berbasis singkong.

Menurutnya, pengolahan singkong menjadi berbagai produk turunan akan mampu meningkatkan nilai jual sekaligus membuka peluang usaha baru.

“Singkong bisa dipasarkan ke luar. Contohnya diolah jadi peyem atau produk makanan lain. Kalau diproses dengan baik, singkong bisa punya nilai jual tinggi dan menjadi sumber ekonomi baru masyarakat,” ujar Hamzah.

Singkong sebenarnya bisa diolah menjadi aneka makanan bernilai ekonomi, mulai dari peyem, keripik, kue tradisional, hingga tepung mocaf (modified cassava flour) yang kini banyak digunakan industri makanan modern.

Bahkan dengan kemasan yang menarik, produk olahan singkong bisa masuk pasar ritel dan berdaya saing tinggi.

Selain mendorong pengembangan produk olahan singkong, Hamzah juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam hal pelatihan, pemasaran, hingga akses permodalan.

“Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi petani singkong, tapi juga bisa menjadi pelaku usaha kecil menengah yang mandiri,” tuturnya.

Hamzah berharap singkong asal Simpenan dapat dikenal sebagai produk unggulan khas Sukabumi. Jika dikelola serius, komoditas sederhana ini bisa menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga pedesaan.

“Potensi ini jangan dilewatkan. Kalau masyarakat bisa mengolah singkong, hasilnya bisa lebih besar daripada sekadar menjual mentah. Inilah peluang agar desa semakin maju dan masyarakat sejahtera,” tambahnya.